Jakarta, 22 September 2026 – Dubai memperkenalkan perubahan istilah bagi perempuan yang selama ini dikategorikan sebagai “ibu rumah tangga” menjadi “pembentuk generasi”. Perubahan penyebutan tersebut dimaksudkan untuk memberikan penghargaan lebih besar terhadap peran perempuan yang mendedikasikan waktunya untuk keluarga dan pengasuhan anak. Istilah baru itu menempatkan aktivitas mengasuh, mendidik, dan membangun karakter anak sebagai kontribusi penting bagi masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengubah cara pandang terhadap pekerjaan domestik yang selama ini sering tidak dihitung sebagai pekerjaan formal. Peran seorang ibu dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas generasi berikutnya.
Penggunaan istilah “pembentuk generasi” menekankan bahwa pekerjaan seorang ibu di rumah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas domestik sehari-hari. Pengasuhan anak mencakup pendidikan awal, pembentukan karakter, penanaman nilai, serta pendampingan perkembangan emosional dan sosial. Semua proses tersebut menjadi fondasi yang dapat memengaruhi kehidupan anak ketika memasuki usia dewasa. Karena itu, penyebutan baru diharapkan mampu memberikan pengakuan sosial yang lebih besar terhadap perempuan yang memilih berfokus pada keluarga. Perubahan istilah sekaligus membawa pesan bahwa kontribusi terhadap masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui pekerjaan berbayar.
Kebijakan tersebut menarik perhatian karena istilah ibu rumah tangga telah digunakan secara luas dalam berbagai dokumen dan kehidupan sehari-hari. Penggantian istilah tidak sekadar berkaitan dengan bahasa, tetapi juga membawa pendekatan baru dalam menggambarkan tanggung jawab pengasuhan. Perempuan yang tidak bekerja di sektor formal tetap menjalankan berbagai tugas yang membutuhkan waktu, tenaga, serta kemampuan pengelolaan keluarga. Dalam konteks tersebut, istilah “pembentuk generasi” dianggap lebih mencerminkan besarnya tanggung jawab yang dijalankan. Pengakuan tersebut diharapkan meningkatkan penghargaan terhadap pekerjaan pengasuhan yang dilakukan di rumah.
Dubai dalam beberapa tahun terakhir juga terus mengembangkan berbagai kebijakan sosial yang menempatkan keluarga sebagai salah satu unsur penting pembangunan. Perhatian diberikan terhadap kesejahteraan anak, pendidikan, kualitas kehidupan keluarga, serta keterlibatan perempuan dalam masyarakat. Penggunaan istilah baru menjadi bagian dari pendekatan yang menekankan pentingnya keluarga dalam membangun sumber daya manusia. Pendidikan seorang anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua, khususnya mereka yang terlibat langsung dalam pengasuhan sehari-hari, memiliki peranan besar dalam proses tersebut.
Perubahan istilah tersebut juga membuka pembicaraan mengenai bagaimana pekerjaan domestik dipandang dalam kehidupan modern. Aktivitas mengurus rumah, mendampingi pendidikan anak, mengelola kebutuhan keluarga, hingga memberikan dukungan emosional sering kali tidak memiliki ukuran ekonomi langsung. Namun, pekerjaan tersebut memiliki dampak jangka panjang terhadap perkembangan individu dan masyarakat. Pengakuan melalui istilah yang lebih positif dapat membantu meningkatkan penghargaan sosial terhadap peran tersebut. Pada saat yang sama, perempuan yang bekerja di luar rumah maupun memilih berfokus pada keluarga tetap memiliki kontribusi masing-masing.
Istilah “pembentuk generasi” membawa penekanan pada hasil jangka panjang dari proses pengasuhan. Anak yang memperoleh pendidikan, perhatian, dan lingkungan keluarga yang baik memiliki fondasi lebih kuat untuk berkembang dalam kehidupan sosial maupun profesional. Karena itu, pekerjaan pengasuhan dipandang sebagai investasi terhadap masa depan masyarakat. Perubahan terminologi juga dapat mendorong masyarakat melihat pekerjaan rumah tangga dari perspektif yang lebih luas. Tanggung jawab tersebut bukan hanya aktivitas rutin, tetapi bagian dari proses membentuk kualitas generasi mendatang.
Langkah Dubai tersebut pada akhirnya menjadi contoh bagaimana perubahan bahasa dapat digunakan untuk memberikan pengakuan terhadap peran sosial tertentu. Penggunaan istilah baru tidak mengubah aktivitas yang dijalankan para ibu, tetapi memberikan penekanan berbeda terhadap nilai dari pekerjaan tersebut. Penghargaan terhadap pengasuhan diharapkan berjalan beriringan dengan dukungan terhadap kesejahteraan keluarga dan perkembangan anak. Perubahan penyebutan juga dapat memunculkan diskusi lebih luas mengenai nilai pekerjaan domestik dalam masyarakat modern. Dengan istilah “pembentuk generasi”, peran ibu di rumah ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia untuk masa depan.






