Pulau Penyengat: Pusat Sejarah Melayu yang Kaya Warisan Budaya di Kepulauan Riau

Pulau Penyengat, yang terletak hanya sekitar 2 km dari pusat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, adalah sebuah pulau kecil namun sangat berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Pulau ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga, dan kini dikenal sebagai ikon wisata sejarah dan budaya Melayu. Dengan luas hanya sekitar 2 km², Pulau Penyengat menyimpan harta karun budaya, religi, arsitektur, dan sastra yang menjadikannya salah satu destinasi budaya paling penting di Indonesia.


Sejarah dan Peran Strategis Pulau Penyengat

Pulau ini mencapai masa kejayaan pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20 ketika menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga, sebuah kerajaan Melayu Islam yang berpengaruh di kawasan Semenanjung Melayu dan Kepulauan Riau. Pulau Penyengat juga menjadi pusat penyebaran agama Islam, sastra Melayu, dan pengaruh diplomatik ke berbagai wilayah di Asia Tenggara.

Tokoh penting seperti Raja Ali Haji, pengarang Gurindam Dua Belas dan pelopor tata bahasa Melayu baku, lahir dan berkarya di pulau ini.


Ikon Wisata Sejarah: Masjid dari Putih Telur

Salah satu situs paling menakjubkan di Pulau Penyengat adalah:

  • Masjid Raya Sultan Riau
    Dibangun pada tahun 1803 dan terkenal karena konstruksinya yang menggunakan campuran putih telur, kapur, dan pasir sebagai semen alami. Masjid berwarna kuning-hijau cerah ini masih aktif digunakan dan menjadi simbol kejayaan budaya Melayu Islam.

Masjid ini memiliki empat menara dan kubah bergaya Timur Tengah, serta menyimpan Al-Qur’an kuno tulisan tangan dan mimbar dari kayu jati berukir halus.


Situs-Situs Bersejarah Lainnya

Selain masjid, Pulau Penyengat dipenuhi dengan bangunan bersejarah dan makam para bangsawan, antara lain:

  • Makam Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah – pahlawan nasional dan tokoh penyair ulung Melayu.

  • Istana Kantor dan Balai Adat – bangunan sisa kejayaan istana yang masih berdiri kokoh, menggambarkan arsitektur kolonial dan lokal.

  • Benteng pertahanan dan meriam kuno – sisa pertahanan Kesultanan Riau terhadap penjajah.

Pengunjung juga bisa menemukan sumur tua dengan air tawar di pulau laut asin, yang dipercaya tidak pernah kering meski musim kemarau.


Budaya dan Kearifan Lokal

Masyarakat di Pulau Penyengat sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat Melayu dan Islam. Mereka ramah kepada wisatawan dan masih mempertahankan tradisi seperti:

  • Pantun, syair, gurindam, dan zikir Melayu

  • Kuliner khas seperti nasi dagang, lakse, kue siput, dan lepat

  • Busana tradisional yang kerap dipakai saat menyambut tamu atau upacara adat

Wisatawan bisa menyewa becak motor untuk berkeliling pulau dan mendengarkan cerita sejarah langsung dari para pemandu lokal.


Akses ke Pulau Penyengat

Akses ke Pulau Penyengat sangat mudah:

  1. Dari Tanjungpinang, cukup menyeberang dengan perahu motor (pompong) sekitar 10 menit dari Pelabuhan Pelantar I.

  2. Biaya penyeberangan sangat terjangkau, dan perahu tersedia hampir setiap saat sepanjang hari.

Tidak perlu kendaraan pribadi, karena jarak antar situs wisata sangat dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik becak motor.


Upaya Pelestarian dan Wisata Edukasi

Pulau Penyengat telah diusulkan sebagai situs warisan budaya dunia (UNESCO) karena nilai sejarah dan budayanya yang tinggi. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat aktif melestarikan:

  • Bangunan bersejarah dengan restorasi hati-hati

  • Tradisi lisan dan kesusastraan Melayu

  • Festival budaya tahunan seperti Festival Gurindam, Hari Bahasa Melayu, dan Hari Raja Ali Haji


Penutup

Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata, tetapi perjalanan menapak sejarah dan kejayaan budaya Melayu. Dari masjid legendaris berbahan putih telur hingga makam para tokoh sastra, setiap sudut pulau ini bercerita tentang peradaban, ilmu, dan keindahan tradisi.

Bagi pecinta sejarah, budaya, dan religi, Pulau Penyengat adalah permata kecil yang menyimpan nilai besar, dan wajib masuk dalam daftar destinasi wisata Anda di Indonesia.

Related Posts

Raja Ampat, Indonesia: Surga Diving Dunia 🌊🐠

Keindahan Alam Bawah Laut Raja Ampat Raja Ampat, yang terletak di Papua Barat, Indonesia, dikenal luas sebagai salah satu destinasi diving terbaik di dunia. Kepulauan ini terdiri dari lebih dari…

Berlin, Jerman: Perpaduan Sejarah dan Modernitas

Kota yang Menyimpan Jejak Sejarah Berlin, ibu kota Jerman, adalah kota yang sarat dengan sejarah sekaligus simbol kebangkitan modernitas. Dari reruntuhan Perang Dunia II hingga runtuhnya Tembok Berlin pada 1989,…

You Missed

Cinta dan Rahasia – Glenn Fredly & Yura Yunita: Lagu Duet Penuh Emosi

Pilihanku – Maliq & D’Essentials: Kepastian dalam Cinta

Persipura Jayapura Kembali Bangkit Setelah Kalahkan Bhayangkara FC

Persip Pekanbaru Curi Perhatian Saat Menang Dramatis Atas Persiba Balikpapan

Malam Minggu – Benyamin Sueb: Cinta Remaja Jakarta Tempo Dulu

Kupu-Kupu Malam – Titiek Puspa: Potret Kehidupan Pekerja Malam