
Pendahuluan
Setelah lebih dari dua dekade membentuk lanskap RPG open-world lewat The Elder Scrolls dan Fallout, Bethesda Game Studios akhirnya meluncurkan IP baru mereka: Starfield. Dirilis pada September 2023, game ini menandai lompatan besar—baik secara tematik maupun teknis—dalam genre RPG eksploratif, dengan dunia yang bukan hanya satu peta, tetapi seribu planet lebih dalam galaksi yang penuh misteri dan dinamika politik.
Starfield adalah kombinasi eksplorasi luar angkasa, pembangunan karakter, cerita bercabang, dan kebebasan yang menjadi ciri khas Bethesda, namun dengan pendekatan lebih ilmiah dan kontemplatif terhadap eksistensi manusia di alam semesta.
Latar Cerita: Bangkitnya Penjelajah dan Misteri Artifak Kuno
Berlatar pada tahun 2330, umat manusia telah meninggalkan Bumi dan membangun koloni di berbagai sistem bintang dalam wilayah yang dikenal sebagai Settled Systems. Pemain adalah anggota baru dari Constellation, sebuah kelompok eksplorator independen yang mengemban misi besar: menyingkap arti dari artifak misterius yang tersebar di berbagai penjuru galaksi.
Konflik utama tidak hanya berasal dari ketegangan antara dua faksi besar—United Colonies (UC) dan Freestar Collective—tetapi juga dari pertanyaan eksistensial: apa arti dari artifak-artifak tersebut? Siapa (atau apa) yang meninggalkannya? Dan apakah umat manusia benar-benar sendirian di alam semesta?
Gameplay: Eksplorasi, Kebebasan, dan RPG Murni
Starfield tetap mempertahankan DNA Bethesda: RPG berbasis pilihan, misi bercabang, NPC dengan interaksi mendalam, dan sistem crafting serta leveling yang dalam. Namun game ini memperluas cakupan dengan fitur-fitur luar angkasa:
-
Eksplorasi planet dengan kendaraan dan perjalanan antarbintang
-
Pembangunan dan modifikasi pesawat luar angkasa
-
Pertarungan luar angkasa dan boarding kapal musuh
-
Outpost building: membangun markas di planet asing
Pemain dapat memilih latar belakang karakter (Seperti Bounty Hunter, Diplomat, Explorer) dan trait unik seperti Introvert, Hero Worshipped, atau Wanted, yang membuka dialog dan opsi gameplay khusus. Sistem ini menciptakan pengalaman bermain yang sangat personal dan variatif.
Faksi dan Dunia Politik
Seperti dalam Skyrim atau Fallout: New Vegas, faksi-faksi utama memainkan peran penting dalam cerita:
-
United Colonies: federasi futuristik yang sangat terstruktur dan militeristik.
-
Freestar Collective: koloni mandiri ala frontier Amerika yang menjunjung kebebasan.
-
Ryujin Industries: korporasi raksasa di kota cyberpunk Neon.
-
Crimson Fleet: faksi bajak laut luar angkasa.
-
House Va’ruun: sekte religius yang misterius dan fanatik.
Setiap faksi memiliki questline utama yang bisa dimainkan secara independen, lengkap dengan keputusan moral, aliansi, dan dampak dunia. Anda bisa bergabung dengan satu atau beberapa faksi—atau berkhianat kepada mereka semua.
Narasi dan Tema Eksistensial
Meski mengusung konsep sci-fi realistis, Starfield juga menggali tema-tema besar: pencarian makna hidup, relativitas waktu, kesadaran multiverse, dan apa artinya menjadi manusia ketika ruang dan waktu bukan lagi batas.
Cerita utama semakin menguat seiring penemuan artifak misterius yang mengarah pada keberadaan entitas luar biasa—dan kemungkinan eksistensi dimensi lain yang mengubah segalanya. Narasi ini lebih filosofis dan introspektif dibanding game Bethesda sebelumnya, dan ending-nya membuka peluang eksplorasi New Game+ dengan twist naratif yang jarang ditemukan dalam game modern.
Kustomisasi dan Kemajuan Karakter
Pemain mengembangkan karakter melalui sistem Skill Tree yang terbagi dalam 5 kategori: Physical, Social, Combat, Science, dan Tech. Setiap skill membutuhkan use-based progression: gunakan skill untuk meningkatkannya—mirip The Elder Scrolls.
Selain itu, pemain dapat membangun:
-
Kapal luar angkasa: dari desain, senjata, awak kapal, hingga sistem propulsion
-
Outpost di planet: untuk produksi sumber daya, riset, dan tempat berlindung
Bahkan rekrutmen NPC bisa dilakukan, dan hubungan personal dengan mereka berkembang seperti dalam game RPG naratif pada umumnya.
Visual, Musik, dan Atmosfer
Ditenagai Creation Engine 2, Starfield menghadirkan visual sinematik dengan pencahayaan dinamis dan pemandangan luar angkasa yang memukau. Setiap planet memiliki bioma unik, siklus siang malam, dan atmosfer tertentu—baik dari segi fisika maupun gaya arsitektur.
Soundtrack garapan Inon Zur menyajikan skor orkestra penuh emosi dan sense of wonder. Musik dalam momen eksplorasi atau penemuan artifak memperkuat nuansa spiritualitas sains yang menjadi tulang punggung narasi.
Kritik dan Pujian
Pujian utama:
-
Dunia luas dan penuh pilihan
-
Sistem modifikasi kapal dan faksi kompleks
-
Cerita utama dengan tema eksistensial dan twist naratif kuat
-
Kebebasan eksplorasi
Kritik:
-
Beberapa planet terasa kosong atau repetitif
-
Loading antar zona bisa memutus imersi
-
Combat dinilai solid tapi tidak sehalus game action modern
Namun begitu, Starfield tetap dianggap sebagai salah satu RPG paling ambisius dan reflektif dari Bethesda—yang mengedepankan eksplorasi diri sama pentingnya dengan eksplorasi bintang.
Kesimpulan
Starfield adalah mahakarya sci-fi kontemplatif yang memberi pemain kebebasan untuk menjelajahi, membangun, memilih, dan merenung. Ia bukan hanya tentang pergi ke bintang—tetapi tentang memahami tempat manusia di antara bintang-bintang. Dalam heningnya ruang, Starfield berbicara keras tentang takdir, pencarian makna, dan potensi tak terbatas dari kehendak bebas.