“Gaya Hidup Vegan Makin Populer di Kalangan Anak Muda Perkotaan”

13 Juli 2025

Jakarta — Dalam beberapa tahun terakhir, gaya hidup vegan mengalami pertumbuhan pesat di kalangan anak muda Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Banyak generasi Z dan milenial kini beralih ke pola makan berbasis nabati bukan hanya karena alasan kesehatan, tetapi juga kesadaran lingkungan dan etika hewani.

Menurut survei Lembaga Riset Gaya Hidup Indonesia 2025, jumlah masyarakat urban yang mengadopsi pola makan vegan naik sebesar 38% dibandingkan tahun lalu.


Alasan Sehat dan Ramah Lingkungan

Veganisme kini tak hanya dianggap tren sesaat, melainkan bagian dari transformasi gaya hidup berkelanjutan. Banyak pelaku vegan mengklaim bahwa mereka merasa lebih sehat, energik, dan ringan setelah beberapa bulan menjalani pola makan ini.

“Setelah saya berhenti konsumsi daging dan produk susu, kulit jadi lebih bersih, pencernaan lancar, dan lebih semangat tiap hari,” ujar Fira (25), karyawan startup di Jakarta.


Restoran Vegan Menjamur

Seiring meningkatnya permintaan, banyak restoran mulai menawarkan menu vegan secara eksklusif, seperti Burgreen, Nalu Bowls, dan Green Habit. Bahkan beberapa warteg kekinian sudah mulai menyajikan pilihan lauk vegan berbasis tempe, jamur, dan kacang-kacangan.

Layanan pesan antar makanan vegan pun kini tersedia di hampir semua platform delivery besar seperti Gojek dan GrabFood dengan kategori khusus “Vegan Friendly”.


Didukung Komunitas dan Edukasi Online

Komunitas seperti Vegan Indonesia dan Plant-Based Youth aktif menyelenggarakan webinar, lokakarya masak, hingga kampanye “Meatless Monday” untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat veganisme.

Di media sosial, konten seputar resep vegan, dokumentasi transformasi tubuh, dan gerakan zero waste semakin banyak diikuti.


Kesimpulan

Gaya hidup vegan kini bukan lagi pilihan ekstrem, melainkan langkah sadar dalam menjaga tubuh, lingkungan, dan makhluk hidup lainnya. Perkembangan ini menandai pergeseran pola pikir masyarakat urban ke arah hidup yang lebih etis dan berkelanjutan.

Related Posts

Workcation Jadi Gaya Hidup Global Pasca Pandemi: Bekerja dari Pantai hingga Pegunungan

Setelah pandemi COVID-19 mengubah cara kita bekerja, lahirlah tren baru: workcation — bekerja dari tempat liburan—yang kini menjadi bagian dari gaya hidup global. Telecommuting yang lebih fleksibel telah menciptakan peluang…

“Tren Retreat Digital dan Healing di Alam: Gaya Hidup Anti-Burnout Generasi Urban”

09 Juli 2025 Di tengah meningkatnya tekanan kerja, polusi informasi digital, dan stres akibat rutinitas urban, gaya hidup “digital detox retreat” atau pelarian dari gawai untuk menyatu dengan alam kini…

You Missed

Cinta dan Rahasia – Glenn Fredly & Yura Yunita: Lagu Duet Penuh Emosi

Pilihanku – Maliq & D’Essentials: Kepastian dalam Cinta

Persipura Jayapura Kembali Bangkit Setelah Kalahkan Bhayangkara FC

Persip Pekanbaru Curi Perhatian Saat Menang Dramatis Atas Persiba Balikpapan

Malam Minggu – Benyamin Sueb: Cinta Remaja Jakarta Tempo Dulu

Kupu-Kupu Malam – Titiek Puspa: Potret Kehidupan Pekerja Malam