
Jakarta, 15 Juli 2025 – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah FIBA Asia Cup 2025, ajang bola basket terbesar di kawasan Asia. Turnamen ini akan digelar mulai 23 Oktober hingga 3 November 2025 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta — sekaligus menjadi unjuk gigi kesiapan Indonesia menyelenggarakan event olahraga internasional pasca pandemi.
Sebanyak 16 tim nasional terbaik Asia akan berlaga memperebutkan gelar juara Asia dan tiket menuju kualifikasi FIBA World Cup 2027. Indonesia sebagai tuan rumah otomatis masuk fase grup, dan optimisme tinggi pun mulai disuarakan oleh pelatih serta penggemar basket nasional.
Persiapan Serius dari Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) dan panitia lokal telah menyiapkan sejumlah infrastruktur dan agenda pendukung:
-
Renovasi minor Indonesia Arena untuk standar broadcasting FIBA.
-
Penambahan fasilitas latihan di Hall Basket Senayan & GOR Soemantri Brodjonegoro.
-
Penyediaan fan zone interaktif, pameran komunitas, dan festival kuliner lokal.
-
Kerja sama dengan maskapai dan hotel nasional untuk bundling “Basket Tourism Package”.
Menurut Ketua Panitia Lokal, Cahyadi Wicaksono, event ini diharapkan menarik lebih dari 50.000 penonton langsung dan jutaan penonton daring dari seluruh Asia.
Timnas Basket Indonesia: Wajah Baru, Harapan Baru
Timnas Indonesia datang dengan wajah yang jauh lebih siap dibanding edisi sebelumnya. Sejak 2023, PERBASI menjalankan program intensif pelatihan jangka panjang dengan menggandeng pelatih dari Amerika Serikat dan Australia.
Nama-nama seperti:
-
Derrick Michael Xzavierro (eks pemain liga NCAA)
-
Marquez Lalay, shooter muda dari Papua
-
Kevin Sitorus, kapten senior dengan jam terbang tinggi
-
Michael Mozes, point guard naturalisasi
…dipersiapkan untuk mendobrak dominasi negara-negara seperti Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Pelatih kepala timnas, Gideon Beauroux, menargetkan minimal perempat final, bahkan menyebut bahwa Indonesia punya potensi “dark horse” di turnamen ini.
“Kami tidak hanya ingin jadi tuan rumah. Kami ingin jadi penantang serius,” ujar Gideon dalam konferensi pers resmi di Jakarta.
Reaksi Komunitas dan Ekosistem Basket
Komunitas basket di Indonesia menyambut hangat. Penjualan tiket pre-sale FIBA Asia Cup 2025 ludes dalam waktu 4 jam. Klub basket lokal seperti Pelita Jaya, Prawira Bandung, dan SM Pertamina turut menggelar nonton bareng, coaching clinic, dan turnamen mini sebagai bentuk dukungan.
Industri apparel lokal juga kebanjiran pesanan jersey timnas edisi terbatas bertema “Garuda Dunk” yang dirancang oleh desainer streetwear Indonesia.
Media sosial pun dibanjiri tagar seperti #GarudaDunk2025 dan #FIBAAsiaJakarta, yang viral dengan video latihan timnas dan konten sejarah basket Indonesia.
Manfaat Jangka Panjang: Sport Diplomacy & Infrastruktur
Event ini bukan hanya soal pertandingan. Bagi Indonesia, ini juga menjadi peluang besar dalam diplomasi olahraga (sport diplomacy). Dengan menyelenggarakan turnamen ini, Indonesia menempatkan diri sebagai pusat baru basket Asia Tenggara, sekaligus menarik perhatian FIBA global untuk potensi jangka panjang.
Dampak infrastruktur pun sangat signifikan. Indonesia Arena, dengan kapasitas 16.000 kursi, akan digunakan untuk lebih banyak event internasional pasca FIBA Asia Cup — termasuk kemungkinan FIBA Women’s Asia Cup 2027 dan kejuaraan level junior.
Penutup: Tuan Rumah yang Siap Menang
FIBA Asia Cup 2025 adalah tonggak sejarah baru bagi olahraga basket Indonesia. Bukan hanya tentang menjadi tuan rumah, tetapi tentang membuktikan diri bahwa Indonesia mampu bersaing, menyelenggarakan, dan mencintai basket dengan kelas dunia.
Kini, seluruh Asia menatap ke Jakarta. Dan Garuda pun siap terbang lebih tinggi di lapangan bola basket.