Jakarta, 20 September 2026 – Para ilmuwan menemukan kawah tumbukan baru berukuran besar di permukaan Bulan melalui pengamatan wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA. Kawah yang diberi nama McGetchin itu memiliki diameter sekitar 222 meter dan kedalaman mencapai 43 meter. Ukurannya bahkan melampaui bentang terpanjang Koloseum Roma yang sekitar 189 meter. Temuan tersebut menjadi perhatian karena McGetchin merupakan kawah baru terbesar yang diketahui terbentuk dan ditemukan selama masa pengamatan LRO. Para peneliti memperkirakan kawah itu tercipta akibat tumbukan asteroid atau pecahan komet pada 2024. Hasil penelitian mengenai peristiwa tersebut diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada September 2026.
Berdasarkan perbandingan citra permukaan Bulan sebelum dan setelah tumbukan, McGetchin diperkirakan terbentuk antara 11 April dan 22 Mei 2024. Benda langit yang menghantam Bulan diperkirakan memiliki ukuran sebanding dengan bangunan tiga hingga enam lantai. Tumbukan berenergi tinggi tersebut langsung membentuk lubang selebar sekitar 728 kaki atau 222 meter. Kedalamannya mencapai sekitar 141 kaki atau 43 meter. NASA menggambarkan diameter kawah tersebut kira-kira setara dengan panjang dua lapangan sepak bola Amerika. Sementara kedalamannya cukup untuk menampung tiga bus sekolah yang disusun secara vertikal.
Menariknya, tumbukan sebesar itu tidak terdeteksi secara langsung ketika terjadi pada 2024. Peristiwa tersebut luput dari pengamatan teleskop di Bumi maupun instrumen luar angkasa yang sedang beroperasi. Keberadaan kawah baru diketahui setelah ilmuwan membandingkan kumpulan citra permukaan Bulan dari waktu berbeda. Robert Wagner, spesialis pemrosesan gambar dari Intuitive Machines yang bekerja menggunakan data Lunar Reconnaissance Orbiter Camera, menemukan tanda tidak biasa ketika memeriksa peta Bulan pada Oktober 2025. Ia melihat area terang berukuran besar yang dikelilingi pola gelap, menunjukkan permukaan di wilayah tersebut baru mengalami gangguan. Perbandingan dengan gambar lama kemudian menunjukkan bahwa fitur tersebut sebelumnya tidak ada.
Setelah temuan awal tersebut, tim menggunakan Narrow-Angle Camera pada LRO untuk memperoleh gambar dengan resolusi jauh lebih tinggi. Pengamatan lanjutan memungkinkan ilmuwan mengukur ukuran, kedalaman, bentuk kawah, serta pola material yang terlontar akibat tumbukan. McGetchin ditemukan berada di dekat bagian timur Bulan, pada kawasan peralihan antara dataran tinggi yang penuh kawah dan wilayah mare yang relatif datar. Kawah tersebut dikelilingi lapisan terang berupa material batuan dan debu yang terlempar saat tumbukan terjadi. Jejak material itu menyebar jauh melampaui tepian kawah. Para ilmuwan bahkan menemukan perubahan permukaan hingga jarak lebih dari 100 kilometer dari lokasi tumbukan.
Skala McGetchin membuat peristiwa pembentukannya tergolong sangat langka. Berdasarkan perkiraan statistik, tumbukan yang menghasilkan kawah sebesar itu di Bulan hanya terjadi sekitar sekali setiap 130 tahun. Para peneliti memperkirakan intervalnya sekitar 132 tahun, sehingga peristiwa tersebut disebut sebagai kesempatan pengamatan yang secara statistik terjadi sekali dalam satu masa hidup. Kawah McGetchin juga sekitar tiga kali lebih besar daripada pemegang rekor sebelumnya yang ditemukan selama misi LRO. Sebelum temuan ini, kawah baru terbesar yang diketahui terbentuk selama periode pengamatan LRO berdiameter sekitar 70 meter. Perbedaan tersebut memperlihatkan betapa tidak biasanya energi tumbukan yang membentuk McGetchin.
Dampak tumbukan ternyata tidak berhenti pada terbentuknya kawah. Penelitian terpisah menemukan adanya area dengan karakteristik suhu berbeda yang mengelilingi McGetchin. Wilayah tersebut membentuk semacam cold spot dengan diameter sekitar tujuh kilometer. Pada malam hari, area yang terganggu akibat tumbukan tercatat sekitar 14 hingga 16 derajat Fahrenheit lebih dingin dibandingkan wilayah di sekitarnya. Para ilmuwan menduga perbedaan suhu tersebut terjadi karena tumbukan mengubah struktur lapisan regolit, yaitu material batuan dan debu lepas yang menyelimuti permukaan Bulan. Regolit yang terganggu menjadi lebih renggang sehingga kemampuan menyimpan panasnya berkurang.
Temuan McGetchin sekaligus memperlihatkan bahwa permukaan Bulan tidak sepenuhnya statis. LRO telah mengorbit Bulan selama lebih dari 17 tahun dan selama periode tersebut para ilmuwan mengidentifikasi sedikitnya 1.000 kawah tumbukan baru. Sekitar 100.000 perubahan permukaan lainnya juga telah tercatat, baik akibat tumbukan langsung maupun material yang terlempar dari lokasi tumbukan. Tidak seperti Bumi, Bulan tidak mempunyai atmosfer tebal yang mampu memperlambat atau membakar sebagian besar benda luar angkasa sebelum mencapai permukaan. Akibatnya, meteoroid, asteroid kecil, maupun fragmen komet dapat menghantam permukaan secara langsung dengan kecepatan tinggi. McGetchin menjadi contoh ekstrem dari proses yang terus mengubah permukaan satelit alami Bumi tersebut.
Penelitian terhadap kawah baru itu juga dinilai penting bagi rencana eksplorasi Bulan pada masa mendatang. Material yang terlontar akibat tumbukan dapat menyebar hingga jarak jauh dan berpotensi menjadi pertimbangan dalam menentukan risiko terhadap wahana, rover maupun infrastruktur yang ditempatkan di permukaan. Perubahan kepadatan regolit juga dapat memengaruhi bagaimana roda kendaraan bergerak di atas permukaan yang pernah terganggu oleh tumbukan. Dengan mengetahui seberapa sering tumbukan terjadi dan seberapa luas pengaruhnya, perencana misi dapat memperkirakan risiko terhadap fasilitas jangka panjang di Bulan dengan lebih baik. Data tersebut menjadi semakin relevan ketika NASA dan berbagai negara merencanakan kehadiran manusia yang lebih berkelanjutan di permukaan Bulan. McGetchin memberikan kesempatan langka untuk mempelajari efek tumbukan besar dalam kondisi yang masih relatif baru.
Nama McGetchin diberikan untuk menghormati Thomas McGetchin, ilmuwan Bulan dan ahli vulkanologi yang pernah memimpin Lunar and Planetary Institute. McGetchin dikenal melalui kontribusinya terhadap penelitian mengenai proses pembentukan kawah dan penyebaran material hasil tumbukan. Model mengenai material lontaran kawah yang dikembangkan McGetchin bersama koleganya pada 1973 masih digunakan sebagai salah satu kerangka untuk memahami proses tumbukan di permukaan benda langit. Kini namanya diabadikan pada salah satu kawah baru paling penting yang pernah diamati secara langsung selama era eksplorasi Bulan modern. Temuan tersebut tidak hanya mencatat sebuah perubahan besar pada permukaan Bulan, tetapi juga menyediakan laboratorium alami bagi ilmuwan untuk memahami bagaimana tumbukan membentuk lingkungan lunar. Pengamatan lanjutan terhadap McGetchin diharapkan membantu memperjelas dinamika permukaan Bulan sekaligus memberikan informasi penting bagi misi manusia dan robot pada masa mendatang.





