Reza Rahadian Kembali ke Panggung Teater, Bintangi Pentas “Ronggeng Dukuh Paruk” Versi Musikal

Jakarta, 7 Juli 2025 — Aktor papan atas Indonesia Reza Rahadian resmi mengumumkan keterlibatannya dalam pertunjukan teater musikal adaptasi dari novel legendaris “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Proyek ini menjadi debut musikal panggung besar Reza setelah lebih dari satu dekade berfokus di dunia film.

Pertunjukan ini diproduksi oleh Indonesia Kaya x Titimangsa Foundation, dan akan tayang perdana di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada Oktober 2025. Reza akan memerankan Rasus, tokoh utama pria yang terjebak antara cinta, pengabdian militer, dan pergolakan batin sosial-politik di desa fiktif Paruk.


Transformasi Aktor Film Jadi Aktor Panggung

Dalam wawancara eksklusif, Reza mengaku proyek ini menjadi tantangan artistik terbesarnya.

“Berakting di film berbeda dengan panggung. Di sini tak ada ‘cut’, tak ada ulang. Semua harus mengalir, dari napas, dari tubuh, dari jiwa. Saya ingin kembali merasakan napas hidup di atas panggung,” ujar Reza.

Ia menjalani pelatihan vokal intensif bersama pelatih opera asal Italia dan latihan tari tradisional Banyumasan yang menjadi bagian dari unsur budaya pertunjukan ini.


Panggung Musikal Bertaraf Internasional

Disutradarai oleh Garin Nugroho dan dikomposeri oleh Tya Subiakto, Ronggeng Dukuh Paruk The Musical akan menampilkan gabungan:

  • 🎭 Musik gamelan kontemporer dan orkestra barat

  • 🩰 Koreografi ronggeng yang dimodernisasi

  • 🎬 Visual mapping 360 derajat yang memproyeksikan latar desa, sawah, hingga medan perang

  • 🎙️ Lagu-lagu orisinal bertema cinta, luka sejarah, dan pembebasan perempuan desa

Pentas ini juga dibintangi oleh Ayushita sebagai Srintil, serta Chicco Jerikho dan Jajang C. Noer dalam peran pendukung utama.


Reaksi Dunia Seni dan Masyarakat

Kabar ini disambut antusias oleh penikmat teater, sastrawan, hingga netizen. Tiket early bird langsung habis dalam 18 menit pertama penjualan online.

Pakar sastra Dr. Sapardi Mahendra menyebut:

“Reza membawa kembali kompleksitas Rasus dengan tubuh dan kesenyapan yang tak bisa diucapkan lewat layar. Ini adalah aktor yang tahu cara mendekap kata-kata dengan tubuh.”


Kesimpulan

Langkah Reza Rahadian kembali ke panggung adalah bukti bahwa seorang aktor besar tidak takut menantang ulang dirinya di ranah yang baru — atau justru yang paling tua: teater. Ronggeng Dukuh Paruk The Musical bukan sekadar pentas, tapi jembatan antara sastra, seni pertunjukan, dan keberanian menghidupkan warisan budaya lewat panggung modern.

Ketika layar tak lagi cukup, Reza memilih berdiri langsung di hadapan penonton — hidup, nyata, dan jujur.

Related Posts

Street Spirit (Fade Out) – Radiohead: Kesedihan dan Ketidakberdayaan

Lagu Penutup yang Penuh Kegelapan “Street Spirit (Fade Out)” dirilis tahun 1995 sebagai lagu penutup dalam album The Bends. Berbeda dengan lagu-lagu lain yang penuh energi, lagu ini menutup album…

Dancing Queen – ABBA: Kegembiraan dan Keceriaan Masa Muda

Lagu Disko Abadi yang Mendunia “Dancing Queen” adalah salah satu lagu paling ikonik dari ABBA, dirilis pada tahun 1976 dalam album Arrival. Dengan melodi disko yang ceria, irama menari yang…

You Missed

Cinta dan Rahasia – Glenn Fredly & Yura Yunita: Lagu Duet Penuh Emosi

Pilihanku – Maliq & D’Essentials: Kepastian dalam Cinta

Persipura Jayapura Kembali Bangkit Setelah Kalahkan Bhayangkara FC

Persip Pekanbaru Curi Perhatian Saat Menang Dramatis Atas Persiba Balikpapan

Malam Minggu – Benyamin Sueb: Cinta Remaja Jakarta Tempo Dulu

Kupu-Kupu Malam – Titiek Puspa: Potret Kehidupan Pekerja Malam