Jakarta, 18 September 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memadamkan lampu selama 60 menit pada Sabtu, 19 September 2026, sebagai bagian dari kampanye penghematan energi dan pengurangan emisi karbon. Pemadaman dijadwalkan berlangsung pada malam hari dan mencakup sejumlah gedung pemerintah, jalan protokol serta bangunan dan simbol kota yang telah ditentukan. Kebijakan tersebut merupakan kegiatan simbolis untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap penggunaan energi secara lebih efisien. Pemprov DKI juga mendorong pengelola gedung swasta, pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel dan masyarakat untuk berpartisipasi secara sukarela. Lampu yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan keamanan tidak termasuk dalam pemadaman. Pelayanan publik penting juga tetap berjalan selama kegiatan berlangsung.
Pemadaman dilakukan dengan mengurangi penggunaan pencahayaan yang tidak diperlukan selama satu jam tanpa mengganggu aktivitas utama masyarakat. Sejumlah ruas jalan dan fasilitas publik akan tetap memperoleh penerangan pada titik yang dianggap penting untuk keselamatan pengguna jalan. Pemerintah daerah menekankan kegiatan tersebut bukan pemadaman listrik secara menyeluruh di Jakarta. Perangkat elektronik dan fasilitas yang mendukung layanan vital tetap dapat digunakan seperti biasa. Fokus utama berada pada lampu dekoratif, pencahayaan gedung dan penerangan lain yang memungkinkan untuk dimatikan sementara. Pendekatan tersebut membuat kampanye penghematan energi dapat dilakukan tanpa menimbulkan gangguan besar terhadap aktivitas warga.
Sejumlah bangunan ikonik dan kawasan pemerintahan biasanya menjadi bagian dari pelaksanaan pemadaman lampu di Jakarta. Partisipasi lokasi-lokasi tersebut diharapkan memberikan pesan visual yang kuat mengenai pentingnya mengurangi konsumsi energi. Gedung perkantoran dan bangunan komersial juga didorong melakukan langkah serupa selama tidak mengganggu keamanan. Pemerintah menilai keterlibatan sektor swasta dapat memperbesar dampak kampanye karena konsumsi listrik di kawasan komersial cukup tinggi. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan di rumah masing-masing. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya selama kegiatan berlangsung.
Program pemadaman lampu selama satu jam juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap perubahan iklim. Penggunaan energi yang lebih efisien dapat membantu mengurangi kebutuhan listrik dan emisi yang berkaitan dengan proses pembangkitan energi. Meskipun penghematan dari kegiatan selama 60 menit bersifat terbatas, pemerintah menempatkannya sebagai sarana edukasi untuk membangun kebiasaan jangka panjang. Pengurangan konsumsi listrik akan memberikan dampak lebih besar apabila dilakukan secara konsisten oleh rumah tangga, perkantoran dan kegiatan usaha. Penggunaan perangkat hemat energi menjadi langkah lain yang dapat dilakukan masyarakat. Pengelolaan pencahayaan yang sesuai kebutuhan juga dapat membantu menekan konsumsi listrik sehari-hari.
Pemprov DKI memastikan aspek keamanan tetap menjadi pertimbangan selama pemadaman berlangsung. Lampu di rumah sakit, fasilitas pelayanan darurat dan lokasi lain yang membutuhkan penerangan terus-menerus tidak menjadi sasaran kegiatan. Penerangan lalu lintas dan perangkat keselamatan jalan juga tetap berfungsi untuk menjaga mobilitas warga. Pemerintah meminta masyarakat tidak mematikan lampu apabila kondisi lingkungan membutuhkan penerangan demi keamanan. Partisipasi dalam kampanye dilakukan dengan mempertimbangkan situasi masing-masing tempat. Dengan cara tersebut, pesan penghematan energi tetap dapat disampaikan tanpa mengabaikan kebutuhan keselamatan.
Setelah kegiatan selesai, lampu pada gedung dan fasilitas yang berpartisipasi akan kembali dinyalakan secara bertahap. Pemprov DKI berharap kampanye tersebut dapat mendorong masyarakat mengevaluasi pola penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari. Penghematan energi dinilai dapat dilakukan melalui langkah sederhana seperti mematikan lampu ketika ruangan tidak digunakan, mengatur penggunaan pendingin udara dan memilih perangkat yang lebih efisien. Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena konsumsi energi perkotaan berasal dari berbagai sektor. Kampanye selama satu jam menjadi pengingat bahwa perubahan kebiasaan dapat dimulai dari tindakan kecil dan dilakukan secara konsisten. Pemerintah berharap kesadaran tersebut terus berkembang setelah program pemadaman lampu berakhir.






