Medan, 27 September 2026 – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara telah menyalurkan sekitar 1.350 ton jagung melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam. Penyaluran dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan sekaligus membantu peternak memperoleh jagung dengan harga yang lebih terjangkau. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan realisasi tersebut mencapai 66,23 persen dari total pagu sekitar 2.039 ton. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga keberlangsungan usaha peternakan di daerah.
Jagung merupakan salah satu komponen utama dalam pakan unggas sehingga perubahan harga komoditas tersebut dapat memengaruhi biaya produksi peternak. Melalui SPHP, pemerintah menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram ketika sampai di tingkat peternak. Skema tersebut ditujukan terutama untuk membantu peternak skala mikro, kecil, dan menengah. Dengan pasokan yang lebih terjangkau, tekanan biaya pakan diharapkan dapat dikurangi.
Penyaluran jagung SPHP dilakukan kepada peternak yang telah terdata sesuai mekanisme program pemerintah. Distribusi melibatkan koperasi maupun asosiasi peternak agar komoditas dapat diterima oleh kelompok yang menjadi sasaran. Sebelumnya, penyaluran di Sumatera Utara juga diarahkan ke sejumlah wilayah sentra peternakan ayam petelur seperti Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Asahan. Wilayah-wilayah tersebut memiliki peran dalam mendukung pasokan telur bagi masyarakat Sumatera Utara.
Realisasi penyaluran di Sumatera Utara terus meningkat dibandingkan posisi pada akhir Agustus 2026. Saat itu, Bulog Sumut mencatat penyaluran sekitar 930 ton jagung SPHP kepada peternak ayam petelur. Penambahan alokasi juga dilakukan menyusul kebutuhan peternak di sejumlah daerah, termasuk Pulau Nias, Pematangsiantar, Binjai, dan Serdang Bedagai. Perluasan tersebut menunjukkan kebutuhan terhadap jagung pakan terjangkau masih cukup besar di tingkat peternak.
Program SPHP jagung secara nasional dijalankan sebagai intervensi untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan peternak. Pemerintah berupaya memastikan produksi jagung petani tetap terserap dengan harga yang layak, sementara peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga terjangkau. Hingga 23 Agustus 2026, penyaluran SPHP jagung secara nasional telah mencapai 127,43 ribu ton dan menjangkau 5.543 peternak di 28 provinsi. Penyaluran tersebut melibatkan sekitar 100 koperasi dan asosiasi.
Pemerintah kemudian memperkuat program dengan tambahan alokasi 150 ribu ton jagung pakan untuk mendukung peternak unggas skala mikro hingga menengah. Penyaluran tambahan tersebut direncanakan berlangsung hingga Desember 2026. Kebijakan itu diambil untuk menjaga ketersediaan jagung pada periode ketika harga pakan berpotensi mengalami tekanan. Bulog bersama pemerintah daerah, koperasi, dan asosiasi peternak akan terus melakukan koordinasi agar distribusi berjalan tepat sasaran.
Penyaluran 1.350 ton jagung SPHP di Sumatera Utara diharapkan membantu menjaga kontinuitas produksi peternakan, terutama ayam petelur yang sangat bergantung pada ketersediaan pakan. Stabilitas biaya pakan dapat membantu peternak mempertahankan kegiatan produksi sekaligus mendukung ketersediaan telur di pasar. Program juga perlu dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi panen dan harga jagung di tingkat petani agar intervensi tidak menekan harga produksi lokal. Dengan keseimbangan tersebut, SPHP diharapkan mampu menjaga rantai pasok dari petani hingga peternak dan konsumen.





