Indonesia tengah berada di ambang transformasi energi dengan mengembangkan blue ammonia—varian amonia yang diproduksi dari gas alam dengan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Proyek ini bertujuan untuk mendukung transisi energi bersih, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi nasional.Kantor Berita Sawit+11Anak Teknik Indonesia+11Anak Teknik Indonesia+11citizen.co.id
🔹 Peluang Blue Ammonia bagi Indonesia
1. Diversifikasi Energi dan Ketahanan Energi
Blue ammonia menawarkan alternatif energi yang dapat digunakan dalam pembangkit listrik dan sektor transportasi, mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Indonesia berencana membangun pabrik blue ammonia senilai Rp10 triliun di Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan kapasitas produksi yang signifikan .Anak Teknik IndonesiaESDM+2citizen.co.id+2citizen.co.id+2
2. Potensi Ekspor dan Nilai Tambah Ekonomi
Dengan meningkatnya permintaan global terhadap energi bersih, blue ammonia berpotensi menjadi komoditas ekspor unggulan. Pupuk Kaltim, misalnya, sedang mengembangkan proyek clean ammonia senilai Rp60,2 triliun, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menciptakan lapangan kerja .NU Online+2ANTARA News Kalimantan Timur+2Energy World+2
3. Mendukung Industri Pupuk dan Sektor Terkait
Sebagai bahan baku utama dalam produksi pupuk, amonia memiliki peran penting dalam ketahanan pangan. Pengembangan blue ammonia dapat memastikan pasokan pupuk yang ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional, mengurangi risiko ekspor pupuk Indonesia yang terancam oleh regulasi CBAM (Carbon Border Adjustment Mechanism) .E3G+4Energy World+4Antara Riau+4Antara Riau+1Katadata+1
🔸 Tantangan dalam Pengembangan Blue Ammonia
1. Biaya Produksi dan Infrastruktur
Proses produksi blue ammonia memerlukan investasi besar dalam teknologi CCS dan infrastruktur terkait. Sebagai contoh, ESSA memperkirakan investasi antara USD 100 juta hingga USD 150 juta untuk proyek blue ammonia mereka .Pupuk Indonesia+3chemeng.ugm.ac.id+3Anak Teknik Indonesia+3PT. Kontan Grahanusa Mediatama+1KabarBursa.com+1
2. Ketergantungan pada Impor Teknologi dan Bahan Baku
Sebagian besar teknologi dan peralatan yang diperlukan untuk produksi blue ammonia masih bergantung pada impor, meningkatkan risiko ketergantungan dan biaya operasional.
3. Tantangan Regulasi dan Kebijakan
Perlu adanya kebijakan yang mendukung, seperti insentif fiskal dan regulasi yang jelas mengenai perdagangan emisi dan pajak karbon, untuk menarik investasi dan memastikan keberlanjutan proyek blue ammonia .Katadata+1Antara Riau+1
🔍 Kesimpulan
Blue ammonia memiliki potensi besar untuk menjadi bagian integral dari strategi transisi energi Indonesia. Dengan memanfaatkan sumber daya alam, teknologi CCS, dan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk mencapai tujuan dekarbonisasi dan meningkatkan ketahanan energi. Namun, tantangan terkait biaya, infrastruktur, dan regulasi perlu diatasi untuk memastikan keberhasilan jangka panjang dari proyek ini.E3G