Jakarta, 20 September 2026 – DKI Jakarta resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXII yang akan diselenggarakan pada 2027. Penetapan tersebut diumumkan dalam penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026) malam. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan surat keputusan penetapan tuan rumah kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Dengan keputusan tersebut, estafet penyelenggaraan MTQ Nasional berpindah dari Jawa Tengah menuju Jakarta. Pelaksanaan tahun depan juga menjadi momentum khusus karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Rano Karno menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap menerima kafilah dari seluruh provinsi serta mempersiapkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXII. Rano menilai pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah dapat menjadi pijakan dalam mempersiapkan agenda berikutnya. Ia juga mengundang para kepala daerah, kafilah, ulama, dan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia untuk hadir di Jakarta. Persiapan akan menjadi perhatian karena MTQ merupakan agenda nasional yang melibatkan peserta dan pendamping dari seluruh Indonesia.
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXII memiliki arti tersendiri bagi Jakarta karena berlangsung pada tahun peringatan lima abad kota tersebut. Momentum 500 tahun Jakarta membuat agenda MTQ berpotensi menjadi salah satu kegiatan nasional penting dalam rangkaian peringatan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan dapat memadukan kesiapan penyelenggaraan kompetisi dengan pelayanan bagi kafilah dan masyarakat yang datang. Sarana pertandingan, transportasi, akomodasi, keamanan hingga pelayanan publik akan menjadi bagian dari persiapan menuju 2027. Detail mengenai lokasi pertandingan dan jadwal pelaksanaan selanjutnya masih menunggu persiapan lebih lanjut.
Penetapan Jakarta sebagai tuan rumah dilakukan setelah Jawa Tengah menyelesaikan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang berlangsung pada 11–20 September 2026. Semarang menjadi pusat berbagai kegiatan dan perlombaan yang mempertemukan kafilah dari seluruh Indonesia. Ketua LPTQ Jawa Tengah sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan selamat kepada Jakarta atas amanah tersebut. Jawa Tengah juga menyatakan siap memberikan dukungan dan berbagi pengalaman mengenai penyelenggaraan MTQ. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi Jakarta dalam menyiapkan pelaksanaan tahun berikutnya.
MTQ Nasional XXXI sendiri ditutup dengan Kalimantan Timur sebagai juara umum. Kafilah Kalimantan Timur mengumpulkan 288 poin dan menempati posisi teratas dalam hasil akhir kompetisi. Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi kepada para peserta sekaligus menekankan bahwa berakhirnya kompetisi bukan menjadi akhir dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an. Pemerintah ingin pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan kaligrafer tetap berlangsung setelah penyelenggaraan MTQ selesai. Semangat tersebut nantinya akan dilanjutkan menuju pelaksanaan MTQ Nasional XXXII di Jakarta.
Penyelenggaraan MTQ sebelumnya di Jawa Tengah juga memberikan gambaran mengenai besarnya skala kegiatan yang harus dipersiapkan Jakarta. Selain menjadi arena kompetisi keagamaan, MTQ menghadirkan kafilah, pejabat daerah, ulama, pendamping, dan masyarakat dalam jumlah besar. Kegiatan di Jawa Tengah turut disertai aktivitas pameran dan UMKM yang menghasilkan transaksi sekitar Rp2,41 miliar, sementara jumlah pengunjung disebut mencapai sekitar 250 ribu orang. Dampak ekonomi keseluruhan penyelenggaraan tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,32 triliun. Pengalaman itu menunjukkan bahwa MTQ Nasional dapat memberikan dampak yang meluas ke sektor ekonomi dan aktivitas masyarakat di daerah penyelenggara.
Dengan waktu persiapan menuju 2027, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghadapi tugas menyiapkan penyelenggaraan yang mampu menampung peserta dari berbagai daerah sekaligus masyarakat yang ingin menyaksikan kegiatan. Momentum 500 tahun Jakarta memberikan dimensi tambahan karena penyelenggaraan MTQ akan berlangsung bersamaan dengan tonggak sejarah ibu kota. Koordinasi dengan Kementerian Agama, LPTQ, pemerintah pusat, serta berbagai instansi terkait akan menjadi bagian penting dalam persiapan. Jakarta juga dapat memanfaatkan pengalaman Jawa Tengah dalam pengelolaan peserta, arena perlombaan, pelayanan publik, dan kegiatan pendukung. Penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang pun secara resmi menjadi awal persiapan menuju MTQ Nasional XXXII di Jakarta pada 2027.





