Jakarta, 5 Mei 2026 – Pimpinan salah satu pengembang properti menyatakan bahwa harga rumah di kawasan perkotaan masih berpeluang ditekan hingga kisaran Rp100 jutaan. Pernyataan ini menjadi perhatian karena harga hunian di kota selama ini dikenal relatif tinggi.
Menurutnya, harga tersebut dapat dicapai melalui efisiensi pembangunan serta optimalisasi penggunaan lahan. Konsep hunian yang lebih sederhana dan fungsional dinilai mampu menekan biaya tanpa mengurangi kebutuhan dasar penghuni.
Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah juga disebut berperan penting. Insentif serta kemudahan perizinan dapat membantu pengembang menghadirkan hunian yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pengembangan rumah dengan harga terjangkau juga diperkirakan akan menyasar segmen masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi backlog perumahan di wilayah perkotaan.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa tantangan tetap ada, terutama terkait ketersediaan lahan di kota yang semakin terbatas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam desain dan tata ruang agar hunian tetap layak dan nyaman.
Pernyataan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah di kota dengan harga lebih terjangkau. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pengembang, peluang tersebut dinilai dapat direalisasikan secara bertahap.






