Solo, 30 April 2026 – Sebuah rumah dengan desain tak biasa di Surakarta atau Solo menjadi viral di media sosial. Pasalnya, bangunan tersebut memiliki lebar fasad yang hanya sekitar satu meter, membuatnya tampak “nyempil” di antara bangunan lain.
Rumah tersebut langsung menarik perhatian publik karena bentuknya yang sangat sempit jika dilihat dari depan. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana ruang di dalam rumah itu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
Meski tampak kecil dari luar, beberapa informasi menyebutkan bahwa bangunan tersebut dirancang secara memanjang ke belakang. Dengan konsep ini, pemilik rumah tetap dapat memaksimalkan fungsi ruang, mulai dari area tidur, dapur, hingga ruang santai.
Fenomena rumah dengan lebar terbatas ini bukan hal baru di kawasan perkotaan padat. Keterbatasan lahan serta harga tanah yang tinggi sering kali mendorong masyarakat untuk berinovasi dalam desain hunian.
Arsitek menilai bahwa rumah sempit seperti ini membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam hal pencahayaan, sirkulasi udara, dan tata ruang. Penggunaan konsep minimalis serta furnitur multifungsi menjadi kunci agar hunian tetap nyaman.
“Dengan desain yang tepat, rumah sempit tetap bisa terasa luas dan fungsional,” ujar seorang arsitek.
Keunikan rumah ini juga memicu diskusi mengenai tren hunian di perkotaan, di mana efisiensi lahan menjadi faktor utama. Banyak orang mulai mempertimbangkan desain rumah yang tidak konvensional sebagai solusi keterbatasan ruang.
Selain menjadi viral, rumah tersebut juga dianggap sebagai contoh kreativitas dalam menghadapi tantangan urbanisasi. Meski ukurannya terbatas, nilai estetika dan fungsinya tetap dapat dioptimalkan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa inovasi dalam desain hunian terus berkembang, seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis di kawasan perkotaan.






