Jakarta, 8 September 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 250 paket makanan siap saji kepada pekerja rentan di sejumlah wilayah Jakarta yang terdampak paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Bantuan tersebut disalurkan melalui Program Bank Makanan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di luar rumah dalam kondisi lingkungan yang tidak biasa. Pendistribusian menyasar kelompok pekerja yang penghasilannya sangat bergantung pada aktivitas harian di lapangan sehingga rentan mengalami penurunan pendapatan ketika terjadi gangguan akibat bencana. BAZNAS menilai bantuan kebutuhan dasar menjadi penting untuk membantu mengurangi pengeluaran mereka selama masa terdampak abu vulkanik. Penyaluran dilakukan di beberapa titik dengan mempertimbangkan keberadaan kelompok pekerja yang membutuhkan dukungan langsung.
Paket makanan siap saji tersebut dibagikan di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat. Sasaran penerima antara lain pengemudi ojek daring, pengemudi ojek pangkalan, sopir bajaj, sopir angkutan kota hingga pedagang kaki lima yang tetap mencari penghasilan di tengah kondisi lingkungan terdampak abu. Kelompok tersebut diprioritaskan karena sebagian besar pekerjaannya mengharuskan mereka berada di luar ruangan dalam waktu cukup lama. Kondisi abu vulkanik tidak hanya berpotensi memengaruhi kesehatan, tetapi juga dapat mengurangi aktivitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak terhadap pendapatan pekerja harian. BAZNAS berharap penyediaan makanan dapat mengurangi sebagian beban kebutuhan sehari-hari mereka selama situasi belum sepenuhnya kembali normal.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih harus bekerja ketika kondisi lingkungan terdampak abu vulkanik. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS tidak hanya mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga melibatkan mustahik binaan dalam proses penyediaan makanan siap saji. Skema tersebut membuat program mempunyai manfaat ganda karena membantu pekerja rentan sekaligus memberikan ruang pemberdayaan kepada mustahik yang terlibat. Bantuan diharapkan dapat membuat penerima manfaat tetap memperoleh makanan yang layak tanpa harus menambah pengeluaran di tengah kondisi yang sedang tidak menentu. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan zakat untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
BAZNAS memberikan perhatian khusus kepada pekerja rentan karena karakter mata pencaharian mereka sangat bergantung pada kondisi di lapangan. Ketika aktivitas masyarakat menurun akibat bencana maupun fenomena alam, jumlah pelanggan dan kesempatan memperoleh penghasilan juga dapat berkurang. Pada saat bersamaan, para pekerja tersebut tetap menghadapi kebutuhan rutin rumah tangga serta kemungkinan munculnya kebutuhan tambahan untuk melindungi diri dari paparan abu. Situasi tersebut membuat gangguan lingkungan dapat memberikan tekanan ekonomi meskipun berlangsung dalam periode yang relatif singkat. Karena itu, bantuan makanan siap saji diarahkan untuk menjaga kebutuhan dasar sekaligus mengurangi pengeluaran pekerja selama menjalani aktivitas di tengah dampak erupsi.
Program Bank Makanan sendiri merupakan salah satu program kemanusiaan BAZNAS yang menyediakan makanan siap saji bagi mustahik dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Sasaran program mencakup pekerja harian, keluarga prasejahtera, rumah singgah, pesantren tradisional dan panti sosial Islam. Penyediaan makanan dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pelaku usaha kuliner seperti restoran, hotel dan katering maupun dikelola langsung oleh BAZNAS. Program tersebut bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi sekaligus mengurangi pengeluaran penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dalam konteks paparan abu vulkanik di Jakarta, skema tersebut kemudian digunakan untuk menjangkau pekerja lapangan yang menghadapi tekanan tambahan akibat kondisi lingkungan.
Penyaluran makanan bukan menjadi satu-satunya respons BAZNAS terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, lembaga tersebut juga membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta, Jawa Barat hingga Lampung yang mengalami paparan abu vulkanik. Di kawasan Jabodetabek, masker antara lain disalurkan kepada pengguna jalan di sepanjang Jalan Raya Matraman, Jakarta, serta masyarakat yang beraktivitas di Sawangan dan Margonda, Depok. Sementara di Lampung, Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran melakukan pembagian masker secara langsung kepada warga terdampak di Desa Sukabanjar, Kabupaten Pesawaran. Bantuan masker diarahkan untuk mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Kombinasi bantuan makanan dan perlindungan kesehatan menunjukkan penanganan dampak abu vulkanik tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan. Gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan, khususnya bagi pekerja informal yang memperoleh pendapatan berdasarkan aktivitas harian. Pengemudi angkutan, pengemudi ojek maupun pedagang kaki lima tidak selalu memiliki fleksibilitas untuk menghentikan pekerjaan dalam waktu lama ketika kondisi lingkungan memburuk. Di sisi lain, berada di luar ruangan membuat kelompok tersebut lebih sering bersentuhan langsung dengan abu yang masih terdapat di udara maupun telah mengendap di jalan. Dukungan kebutuhan dasar karena itu menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan ekonomi sekaligus membantu mereka melewati periode pemulihan.
BAZNAS merencanakan pendistribusian makanan siap saji tersebut berlangsung selama tiga hari pada tahap awal. Selama periode itu, kondisi masyarakat terdampak akan terus dipantau untuk menentukan kebutuhan bantuan berikutnya. Jumlah bantuan juga dapat dikembangkan dengan menyesuaikan situasi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan. Langkah pemantauan diperlukan karena dampak bencana dapat berbeda pada setiap kelompok masyarakat dan dapat berubah seiring perkembangan kondisi lingkungan. BAZNAS menyatakan kehadirannya tidak hanya ditujukan pada fase darurat, tetapi juga untuk membantu masyarakat mempertahankan aktivitas sehari-hari selama menghadapi kondisi yang tidak biasa.
Penyaluran 250 paket makanan siap saji tersebut menjadi bagian dari respons sosial terhadap dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dirasakan hingga kawasan perkotaan seperti Jakarta. Meski aktivitas masyarakat secara bertahap dapat kembali normal, kelompok pekerja harian tetap membutuhkan perhatian karena pendapatan mereka sangat sensitif terhadap perubahan aktivitas di lapangan. Keterlibatan mustahik binaan dalam penyediaan makanan sekaligus memperluas manfaat program dengan menggabungkan bantuan langsung dan pemberdayaan. BAZNAS akan melanjutkan pemantauan agar penyaluran berikutnya dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Melalui bantuan pangan dan masker yang telah disalurkan, dukungan diarahkan agar masyarakat terdampak dapat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus tetap menjaga kesehatan selama kondisi lingkungan menuju pemulihan.






